Selasa, 18 Februari 2014

Tangan Penuh Tato


Suatu hari ayah Udin mengundang teman masa SMA untuk makan malam. Temannya itu adalah bekas preman dan seluruh tubuhnya dipenuhi dengan tattoo.



Udin, yang masih kelas 5 SD, beserta ayah ibunya duduk satu meja makan saat itu.

Sejak tamu datang, Udin tidak pernah melepaskan pandangannya dari tangan teman ayahnya yang penuh tato itu. Dari matanya terlihat seakan-akan dia menyimpan tanda tanya besar.

Akhirnya dengan penuh kesopanan Udin bertanya kepada teman ayahnya itu,

"Maaf ya, Om. Apakah ibunya Om nggak pernah memberi kertas untuk menulis dan menggambar?"

:D

Jangan lupa share ke teman ya.
:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar dengan bahasa yang baik ya.
:)
Jangan lupa share ke teman yang lain.
:)